Ramadhan...
Apa kabar, kali ini kau datang nuangsa yg berbeda..
Berbeda dengan tahun yg pernah kita lalui sebelumnya..
Senja pun sudah tak seperti sebelumnya, kini dia sangat dingin dan semakin tanda tanya..
Ramadhan...
Namun, ia semakin anggun dan lembut dengan bias cahaya biru mengelilinya, sejenak tanganku terhenti untuk menulis tentangnya..
Ramadhan..
Mungkin
ini karena jarak, ya jarak..jarak..jarak.. Ku ulangi kata-kata itu
sampai tidak ada artinya lagi, namun jujur aku sangat bahagia dan sedih
karena dia sekarang.. Bahagianya karena bisa melihat dia tetap tersenyum,
bahagia setiap harinya dengan orang2 baru yg peduli dan menyayanginya,
semakin mengejutkan dan berprestasi seperti biasa, dan tetap luar biasa
karena kasih sayang Allah slalu bersamanya. Sedang sedihnya adalah
sangat sulit bicara walaupun sekedar bertanya kabar kepadanya, Tapi aku
turut bahagia untuknya.
Ramadhan..
Terkadang
aku merindukan dia yg dulu, namun sesekali kenyataan menyadarkanku
bahwa waktu yg telah berlalu tdk akan pernah sama dengan waktu yg akan
datang, pada akhirnya semua orang akan berubah dan saling mengabaikan.
Dalam hidup slalu ada yg datang dan pergi, semua itu tergantung
bagaimana kamu memantaskan diri untuk mengcapai level sesamanya..
Ramadhan..
Ada
apa denganku, apa yang salah denganku, kenapa aku seperti ini, aku
sangat mengerti dan memahami cara kerja hidup ini, namun kenapa aku tak
bisa lari darinya, apakah karena janjinya?, Apa krna cinta?, ataukah
hasrat sesaat.. Bukankah sudah ku pasrahkan semua kepada Allah, namun
tetap saja aku slalu mengingat segala hal tentangnya.. Ah, sudahlah.. Ku
harap Allah slalu bersamaNya setiap saat..!!